Sahabat trader Indonesia, diartikel sebelumnya kita telah berkenalan dengan price pattern. Sekarang mari kita lanjutkan dengan membahas secara detail dan lengkap tentang pola atau formasi harga yang termasuk dalam price pattern ini, pembahasan akan dimulai dengan reversal pattern terlebih dahulu.

Reversal pattern

Didalam Pola pembalikkan harga ini terdapat 3 pola harga, yaitu

  1. Pola Double top dan double bottom

Kata top disini biasa diartikan oleh sahabat trader Indonesia sebagai puncak sedang bottom diartikan sebagai lembah. Jadi yang dimaksud double top adalah 2 puncak harga dan double bottom adalah 2 lembah harga.

Kedua pola ini, baik itu double top maupun double bottom jika dilihat sekilas memang seperti ada dua puncak harga dan dua lembah harga yang berdampingan. Kedua pola ini banyak bertebaran pada grafik pair mata uang dihampir semua timeframe.

Karakteristik dari pola Double top

– Pola double top biasanya terjadi di titik tertinggi pada sebuah tren kenaikan harga atau uptrend, yang menjadi tanda bahwa tren naik yang sedang berlangsung mulai melemah dan akan terjadi pembalikan atau reversal.

– Tahap pertama dari pola double top adalah terciptanya harga tertinggi baru selama tren naik atau uptrend berlangsung, setelah membentuk puncak harga baru kemudian harga kembali ke titik awalnya atau titik support.

– Tahap selanjutnya harga akan bergerak kembali menuju level resistance tertinggi sebelumnya, dimana aksi jual kembali mendorong harga kembali ke level support.

– Dengan pengamatan sekilas pola ini berbentuk seperti huruf M

– Proyeksi pergerakan harga dari pola ini dihitung dari jarak antara resistance yang tidak dapat ditembus dengan level supportnya.

Sebagai patokan sahabat trader, harga yang terjadi dalam proses pembentukan pola double top ini tidak harus menyentuh level resistance maupun support dititik harga yang sama, cukup mendekati harga sebelumnya maka pola ini sudah dianggap terbentuk.

Setelah pola double top ini terbentuk, sebaiknya sahabat trader juga melihat volume perdagangan yang terjadi,apakah terjadi kenaikan volume ketika harga berhasil menebus level support. Hal ini untuk memastikan terjadinya konsesi antar pedagang sekaligus  memastikan bahwa pola ini dikonfirmasi oleh seluruh pelaku pasar.

Rasio keberhasilan dari pola double top ini sebesar 60% : 40%, ada kalanya harga mengalami pullback dan kembali lagi ke level awalnya. Potensi terjadinya pullback ketika harga sudah bergerak separuh dari proyeksi pola ini. Misalkan target pergerakan dari pola double top ini adalah 100 pips, maka kemungkinan pullback berpotensi terjadi ketika harga sudah turun sekitar 50 – 60 pips. Jika pullback yang terjadi membuat harga kembali kelevel awal sebelum pola double top ini terbentuk maka pola ini dianggap sudah tidak valid lagi.

 

Double bottom

Sahabat trader Indonesia, pola Double bottom secara sederhana adalah kebalikan dari double top.

Karakteristik pola Double Bottom

– Munculnya pola double bottom biasanya terjadi di ujung tren penurunan harga atau downtrend.

– Double bottom terbentuk ketika sebuah tren penurunan harga membentuk harga terendah baru dalam pergerakannya.

– Pada pola double bottom ini, harga mengalami penurunan sehingga membentuk lembah baru atau support kemudian harga kembali bergerak ke titik awalnya

– Tahap selanjutnya harga akan kembali bergerak menuju level support yang diciptakan sebelumnya dan terjadi aksi jual kembali yang membuat harga kembali ke level resistancenya.

– Pengamatan sekilas pola ini berbentuk seperti huruf W

– Proyeksi pergerakan harga dari pola ini dihitung dari jarak antara support yang tidak dapat ditembus dengan level resistancenya.

Sebaiknya sahabat trader Indonesia juga memperhatikan volume perdagangan yang terjadi saat pola ini terbentuk, hal ini bisa menjadi indikator penting apakah harga akan benar-benar berbalik arah sehingga terbentuk tren baru.

Sama seperti pada pola double top, pada pola Double bottom ini akan dianggap gagal apabila terjadi pullback, dan harga kembali ke titik awal seperti  semula.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *