Sahabat trader Indonesia, ketika anda memilih menjadi seorang trader forex beraliran teknikal maka menentukan arah tren pada suatu pair memiliki peran yang sangat vital, sebab dengan memahami tren harga yang sedang terjadi pada pair tersebut maka sahabat trader akan lebih mudah meraih keuntungan dalam setiap transaksi.

Definisi Tren

yang dimaksud dengan tren adalah kecenderungan harga untuk bergerak ke salah satu arah dalam jangka waktu cukup lama. Sehingga ketika kita bisa dengan tepat memprediksinya dan mengambil posisi masuk di awal tren dan keluar diujung tren, kita akan memperoleh profit banyak.

Tren yang terjadi pada pasangan mata uang terbagi menjadi 3, yaitu

  1. Uptrend, Harga sedang mengalami sentimen naik
  2. Downtrend, harga sedang mengalami sentimen turun
  3. Sideways, harga bergerak naik dan turun diposisi yang stagnan

Cara mengidentifikasi dan menentukan sebuah tren

Ketika sebuah tren terjadi haruslah memiliki sebuah pondasi yang cukup kuat. Ibaratnya anda akan membangun sebuah bangunan gedung yang tinggi maka diperlukan pondasi yang cukup kuat, sedangkan untuk mencapai puncak dari gedung itu harus menapaki tangga.

Syarat dan tanda – tanda terjadinya sebuah tren harga adalah :

  1. Sebuah tren dianggap valid apabila memiliki lebih dari dua puncak harga baru saat terjadinya uptren atau minimal memiliki dua lembah baru saat mengalami downtren.
  2. Semakin banyak puncak baru atau lembah baru yang terbentuk maka tren harga ini menjadi semakin valid.
  3. Sebuah tren yang kuat pergerakan awalnya dimulai dengan tidak signifikan, sehingga kalau diperhatikan akan membentuk sudut kemiringan dibawah 45 derajat atau berbentuk seperti sebuah parabola.
  4. Sebaiknya saat melihat suatu pola pergerakan harga yang sedang terjadi, jangan terlalu memaksakan diri untuk menggambar sebuah garis tren. Hal ini bertujuan supaya garis tren yang sahabat trader buat sesuai dengan kondisi pasar.
  5. Analisa ulang garis tren yang telah sahabat trader buat di Time Frame yang lebih besar, jika di time frame besar seperti H4 atau D1, jika terlihat pola pergerakan yang sama dengan time frame sebelumnya maka tren ini semakin valid.

Misalnya ketika sahabat trader melihat sebuah tren sedang terjadi pada time frame H1, maka pastikan garis tren yang telah dibuat ini juga terlihat di time frame H4 atau D1.

Biasanya tren yang terjadi di time frame besar akan menjadi sebuah tren yang cukup panjang di time frame yang lebih kecil.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *